Senin, 19 Januari 2015

Doa project kuliah killer semester 4 #2

"Di sini saya mulai ragu akan hasil project saya"


Saya sangat bersyukur sekali karena urutan presentasi ditentukan dari dosen kami dan kelompok saya mendapatkan urutan maju yang belakang sekali. Dengan demikian, saya bisa memakai waktu yang ada hingga saya maju untuk mempersiapkan presentasi, mengecek project dan mengamati hasil presentasi kelompok lain. Saya sangat-sangat bersyukur pada waktu itu.

Saat melihat kelompok demi kelompok maju, saya jujur pesimis. Saya melihat banyak kelompok yang menurut saya memiliki hasil yang bagus tetapi dikritik pedas oleh sang dosen. Belum lagi pertanyaan yang dilontarkan betul sesuai isu yang beredar, membuat mahasiwa mati kutu tidak bisa menjawab. Tidak ada kelompok yang maju yang lolos dari pertanyaan - pertanyaan maut tersebut. Tentu hal ini akan mempengaruhi peniliain akan project masing-masing apabila kelompok gagal memberikan jawaban penjelasan secara tepat. Di sini saya mulai ragu akan hasil project saya.

Saya berpikir : kenapa teman saya yang sudah bagus hasilnya masih saja dikritik pedas sepeti itu? apalagi punya saya yang belum ada apa apa. Disaat saya mulai ragu, saya berpikir untuk berdoa sekali lagi sebelum mulai. Saat giliran maju kelompok saya sudah dekat, saya berkata pada partner saya : "Yuk, kita berdoa dulu sebelum maju" dan dia setuju.

Kami pun berdoa. Saya berkata dalam doa : Ya Tuhan, apabila saya dan teman saya memang harus gagal di project ini, tidak apa - apa, saya percaya rancanganMu yang terbaik tetapi tolong saya Tuhan, saya ingin lulus dan tidak mau mengulang pelajaran ini, jikalau Tuhan izinkan kiranya kami dapat lulus.

"Saya merasa sangat beruntung sekali!!"


Selesai berdoa, giliran saya dan teman saya maju. Setiap kelompok memiliki batas waktu maju sekitar 15 menit. Karena saya sangat gugup dan takut, presentasi saya di depan tidak terlalu lancar sehingga saya terlalu lama menghabiskan waktu untuk presentasi sampai - sampai teman saya hampir tidak mendapatkan giliran untuk bicara. Teman saya lalu mengingatkan saya terlalu lama berbicara sedangkan kami masih memiliki banyak hal untuk di presentasikan. Saya gugup dan panik, mempersingkat penjelasan dan ending dari presentasi ini tidaklah terlalu bagus.

Tibalah waktunya sesi pertanyaan. Tidak tahu ada apa, angin, hujan atau apapun itu sehingga dosen saya tidak menanyakan 1 pertanyaan-pun kepada saya dan teman saya. Komentar pedaspun tidak kami terima. Dosen kami hanya berkata : baik, terima kasih, silahkan duduk, beri tepuk tangan. Saya merasa sangat beruntung sekali!!

Teman - teman kami akhirnya memberikan tepuk tangan atas presentasi kami, dan hampir semua heran mengapa hanya kelompok kami yang tidak diberikan pertanyaan dan kritikan pedas dari dosen kami yang killer ini. Beberapa menanyakan apa rahasianya dan saya juga berkata saya tidak tahu, yang saya tahu saya sangat beruntung. Diakhir, hasil nilai project kelompok kami mendapat nilai B+. Puji Tuhan!

Saya yakin 100%, hal ini karena Tuhan mendengar doa. Saya berpikir kalau sampai saya ditanya pertanyaan dan kritikan pedas, mungkin pada saat itu saya dan teman saya akan tumbang dan tidak memiliki nilai yang bagus seperti itu. Di situ saya menjadi percaya, doa bukan saja hal sepele sebatas omongan belaka saja tetapi doa mempunyai kekuatan untuk mengubah sesuatu dari yang tidak mungkin menjadi mungkin :)

Doa project kuliah killer semester 4 #1

Mazmur 23:1 -> Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan  aku

Kejadian ini saya alami waktu saya kuliah dan memasuki semester 4. Saya ingat sekali kejadian ini sehingga, kejadian ini masih teringat hingga sekarang walau kedengarannya sepele tetapi saya percaya bahwa Tuhan ikut campur tangan. :)

Waktu itu saya memiliki project kuliah jangka panjang, yaitu project 1 semester. Project itu ada di dalam mata kuliah yang menurut banyak kakak kelas susah untuk dijalankan pada semester tersebut. Faktor susahnya mata kuliah tersebut selain karena pelajarannya yang susah, dosennya juga terkenal killer untuk semua mahasiswa.

Saya ceritakan sedikit mengapa dosen saya yang satu ini disebut killer :) Dosen saya yang ini, memiliki susunan jadwal pelajaran kuliah yang boleh saya katakan sangat terstruktur. Beliau juga kerap memberikan mahasiswanya quiz dan tugas secara berkala hampir setiap 2 minggu sekali. 

Belum lagi setiap mahasiwa wajib mengikuti online seminar yang diadakan di luar negeri (kebanyakan dari Amerika) yang memiliki perbedaan waktu yang signifikan dengan waktu di Indonesia. Alhasil, mahasiswa harus rela begadang demi mengikuti online seminar tersebut.

Walaupun begitu, dosen saya sangat baik dan perhatian dengan muridnya :) dia juga merupakan sosok yang terkenal tidak pelit nilai, hanya saja pemikiran beliau dalam menilai suatu karya mahasiswa terkadang membawa pertanyaan kritis yang membuat kami mahasiswa mati kutu tidak bisa menjawab di sesi presentasi project akhir. 
Hal ini yang membuat kami semua sangat menjaga hasil dari project akhir yang diberikan beliau ini kepada kami.

Pada saat itu, 1 tim terdiri dari 2 orang dan setiap kelompok memiliki tema project yang unik. Saya dengan teman saya kebetulan memilih topik project yang kebetulan masih baru sehingga kami tidak memiliki banyak informasi bagaimana project ini harus diselesaikan. Karena hal ini, selama pengerjaan project kami tidak terlalu memiliki kemajuan pesat karena kami buntu akan apa yang harus dilakukan.

Saya dan teman saya sering sekali berkonsultasi dengan dosen kami ini karena kami tidak tahu apa yang harus dilakukan. Dosen saya menganjurkan beberapa hal yang harus dikerjakan terhadap project ini walaupun demikian hal-hal yang disarankan dosen kami merupakan hal yang tidak mudah dan kami sendiri juga baru dengan saran yang kami dengar itu.

Saya hanya percaya, bahwa Tuhan Yesus bisa menolong saya, tidakk tahu bagaimana caranya, tidak tahu lewat apa, yang jelas saya berdoa selalu pada Tuhan Yesus sepanjang project ini. Saya minta supaya Tuhan kuatkan saya dengan teman saya sampai presentasi akhir Project. Saya juga minta teman saya berdoa meskipun dia berbeda keyakinan dengan saya.

Tibalah hari dimana kami semua presentasi project kami. Saya melihat kelompok lain sudah bercerita mengenai kemajuan project mereka masing-masing dan apabila saya bandingkan dengan project yang kelompok saya buat, saya jujur pesimis. Saya berpikir mungkin saja project ini akan dinilai gagal karena tidak sebagus kelompok lain.

Tentang Blog

Hallo readers,

Apa kabar semua? Harap dimanapun kita berada, kapanpun, kita tetap selalu semangat. Kehidupan Kristen selalu penuh dengan guncangan setiap saat. Saya sebagai orang biasapun merasakannya sangat. Saya adalah orang biasa, tetapi di dalam setiap hidup kekristenan saya mengalami pertolongan Tuhan.

Di Blog ini saya akan mencoba untuk menuliskan beberapa kesaksian hidup yang saya pernah alami. Saya harap, hal ini dapat menguatkan iman kita kapanpun dan dimanapun. Terima kasih sudah mengunjungi, Tuhan Yesus memberkati :)

N. B. :
This blog is in Indonesia language but if you really need english translation, you can comment or contact me personally so i can translate it to you. Thank you, God bless :)